Ibarat tanaman, usia IPM kita (Sumedang) baru seumur jagung. kurang lebih tiga periode berjalan setelah sebelumnya terkesan mati suri. masih butuh waktu panjang untuk bisa kokoh seperti pohon jati, atau berakar lebat seperti pohon beringin. Ketekunan, Kesabaran, dan Kemauan kuat adalah salah satu kunci untuk memelihara agar tanaman tersebut terus berproses menuju usia matang demi menghasilkan manfaat.
Di dunia ini, semua tak lepas dari sunnatullah. begitupun organisasi kita, terlahir, tumbuh berkembang, lalu mencapai puncaknya dan kemudian kembali lagi seperti semula. semuanya tak bisa kita pungkiri dan pasti akan terjadi. Tapi, ada hal berharga yang bisa kita lakukan dalam menjalani proses sunnatullah itu, seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan.
Terkadang dalam berorganisasi kita merasa tidak berarti/tidak dibutuhkan. Minder, ada ataupun tidak adanya kita toh tetap saja organisasi bisa jalan. Pernahkah merasakannya? Ya, setiap orang pasti pernah. Hanya saja, ada orang yang kemudian menyerah dan ada pula yang tetap bertahan. dia yakin bahwa sunnatullah akan tetap berlaku, dia juga yakin ada manfaat yang bisa ia berikan, hidup adalah sebab-akibat, bisa jadi adanya dia menyebabkan adanya orang lain, begitupun sebaliknya. sebagaimana kata OR#GANISASI, kita tetap menbacanya sebagai ORGANISASI, sebab kita tahu setelah huruf 'R' seharusnya huruf 'G' bukan tanda '#', walaupun huruf 'G' hanya satu huruf. Kenapa? karena kita semua adalah berharga.
Dalam berorganisasi juga sering membuat kita merasa tidak nyaman, tertekan, banyak masalah, konflik dengan sesama anggota, dsb. disisi lain kitapun pernah merasa bahagia, penuh kebersamaan, semangat dalam kegiatan, dsb. Itulah dinamika organisasi dan dinamika kehidupan pada umumnya. Hadapi sepahit apapun dinamika yang terjadi dan syukuri dinamika yang menurut kita manis. Percaya atau tidak percaya, justru dinamika pahitlah yang menarik untuk dikenang dan membuat kita tersenyum bahagia dikemudian hari. ada saatnya kita memang harus benar-benar berhenti tetapi bukan menyerah !
Di IPM kita disadarkan tentang potensi diri dalam Taruna Melati I, kita diajak untuk peka terhadap dinamika organisasi dan lingkungan sekitar dalam Taruna Melati II, begitu pula dengan jenis perkaderan-perkaderan lainnya. Kita berlatih membuat visi, misi, dan juga strategi dalam gerakan. kita belajar bagaimana menyelenggarakan permusyawaratan dengan baik dan benar untuk menghasilkan mufakat, serta bagaimana menjalankan organisasi dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. kita berlatih untuk menjadi tauladan yang baik sebagai khalifah Allah dimuka bumi. karena kita adalah pelopor, pelangsung, penyempurna amanah.
Organisasi kita tahun ini (2011) kembali menjadi organisasi kepemudaan terbaik se-Indonesia bahkan tingkat Asia Tenggara. Layakkah IPM Sumedang menyandang gelar tersebut? Jawabannya ada ditangan kawan-kawan semua. Hari ini, pena berada dipundak kawan-kawan.
Kami Pelajar Muhammadiyah berjanji: Berjuang menegakkan ajaran Islam, Hormat dan patur terhadap orang tua dan guru, Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, bekerja keras, mandiri, dan berprestasi, Rela berkorban dan menolong sesama, Siap menjadi kader muhammadiyah dan bangsa.
Teruslah Mengepakkan Pena !
Catatan kecil "refleksi masa lalu".
Nur Fakri, Alumni PD IPM Sumedang
No comments:
Post a Comment