Mendengar tokoh power rangers, saya teringat waktu kecil dulu ketika serial film anak tersebut gencar dipertontonkan setiap minggu pagi. Tokoh power rangers diidentikkan dengan pembela kebenaran, menumpas kejahatan, atau katakanlah sebagai pahlawan. Mungkin dalam bahasa agamanya Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Setali tiga uang, dalam kehidupan nyata. Seorang ibu adalah salah satu tokoh yang tak pernah habis untuk diperbincangkan, dari sudut pandang manapun. Dipandangan dari sudut agama Islam, ibu mendapat tempat yang sangat istimewa. Dalam sebuah hadits pernah diriwayatkan ketika Rasulullah saw ditanya oleh seorang sahabat “ya Rasulullah, siapa orang yang harus kami hormati didunia ini?” Rasulullah menjawab “Ibumu” sampai tiga kali baru kemudian “Bapakmu”. Juga dalam hadits lain diriwayatkan “Surga berada dibawah telapak kaki ibu”. Begitu sangat istimewanya posisi seorang ibu dalam ajaran agama Islam.
Dalam hati saya pernah terbesit pertanyaan. Kenapa harus Ibu yang disebut tiga kali, bukan ayah? Apa hanya karena beliau yang melahirkan kita? Lalu kenapa pula surga bisa berada dibawah telapak kaki ibu? Juga kenapa hanya ada hari ibu, tidak hari ayah? Sampai-sampai ayah saya pernah berkelakar protes “kapan hari ayahnya nih?”.ha ha…
Bagi saya, satu kalimat cukup untuk menjawab semua pertanyaan itu dalam hati. Jawaban yang berangkat dari keseharian yang selalu berulang-ulang terjadi dirumah. Ibu adalah pertama sekaligus terakhir. Ya, hanya itu. keseharian ibu yang terkadang luput dari kesadaran kita. Siapa yang pertama bangun ketika pagi? Dan siapa yang tidur terakhir ketika malam? Siapa yang pertama kali meyiapkan saparapan/makan? Dan siapa pula yang justru terakhir kali makan? Ibu yang banyak pertama kali merasakan kesusahan tapi malah yang terakhir kali merasakan kesenangan.
Masih banyak lagi alasan kenapa harus ibu. Tentunya kita tahu dan merasakannya. Begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukan ibu, dari mulai kita terlahir hingga dewasa. Mencurahkan seluruh kasih sayangnya demi kebaikan kita. Dialah yang mengayomi, melindungi, dan memberikan kenyamanan bagi kita.
Mari kawan, sebelum semuanya terlambat. Lakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk beliau. Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari, ketika tidak ada lagi orang yang menangis gembira ketika kita berhasil dan menangis sedih ketika kita gagal.
Akhirnya, saya ingin mengutip sedikit lirik lagu dari ungu...
Ibu, terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai, tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan.
Ibu, semoga Tuhan memberikan kedamaian dalam hidupmu, bukti kasihmu kan abadi dalam hidupku.
Terima Kasih Ibu…
Dari Anakmu.
No comments:
Post a Comment