Saturday, 9 June 2012

Perubahan dan Nilai

Seiring dengan perkembangan zaman, kehidupan selalu mengalami perubahan. bukankah ini resiko dari adanya dimensi ruang dan waktu, tidak ada yang tak berubah kecuali perubahan itu sendiri. juga perubahan menghendaki adanya perbedaan. maka agak heran jika ada orang yang fanatik buta dan marah untuk berubah.

Disini, perubahan berlaku apabila ada pelaku dan adanya nilai yang mendorong pengamalan dan aktivitas.

Memang agak krusial dan harus diwaspadai nilai-nilai yang terbawa bersama perubahan. sebab terlalu banyak cara pandang hidup (nilai) yang saling berebut untuk menghegemoni kehidupan manusia. entah itu yang baik maupun yang buruk. perlu digarisbawahi bahwa semakin luhur dan tinggi suatu nilai, semakin luhur dan tinggi pula yang dapat dicapai. sebaliknya, semakin terbatas ia, semakin terbatas pula pencapaiannya. monggo dipilih :)

Setiap orang atau sekelompok orang, tentu memiliki nilai-nilai yang mengarahkan mereka. tetapi nilai-nilai tersebut terbentuk atau dibentuk oleh pandangan kedisinian dan kekinian lingkungannya, sehingga ia menjadi sangat terbatas. kekinian dan kedisiniannya menjadikan ia rutin dan berulang-ulang, sehingga masa depan mereka tidak lain kecuali pengulangan masa kini mereka.
kekinian dan kedisinian menghasilkan kemandekan, di samping menjadi orang-orang yang memiliki pengaruh dan kekuasaan bertindak sewenang-wenang demi mempertahankannya.

Lalu, nilai apa yang harus diyakini? mungkin inilah salah satu pertanyaan yang kemudian muncul jika memang perubahan tak bebas nilai, dan harus dipilah-pilih terlebih dahulu. tentunya, nilai yang harus membebaskan dari kungkungan manusia lain ataupun keadaan, sebab sejatinya setiap manusia mempunyai kedudukan setara dan lebih mulia dibandingkanan lainnya.

Bagi umat Islam, nilai yang harus mengarahkan seluruh aktivitasnya, lahir dan batin, dan yang kepadanya bermuara seluruh gerak langkah dan detak jantung, adalah Tauhid (keesaan Tuhan swt). dari keesaan Tuhan, dan kepada keesaan-Nya, memancar kesatuan-kesatuan lainnya, seperti kesatuan alam semesta dalam penciptaan, eksistensi dan tujuannya, kesatuan kehidupan dunia dan akhirat, kesatuan natural dan supranatural, kesatuan ilmu dengan berbagai disiplin dan amal, kesatuan imam dan rasio, kesatuan asal manusia, dan kesatuan-kesatuan lainnya.

Dengan semakin derasnya arus globalisasi, maka mau tak mau kita harus berpacu dengan perubahan zaman berikut dengan segala konsekuensinya. kemajuan diberbagai bidang kehidupan telah dirasakan bersama-sama. jangan sampai kita malah menutup diri dan tergilas oleh zaman karena tidak mau berubah.

Sungguh sulit untuk mempertahankan sebuah nilai luhur nan tinggi hanya dengan kekuatan pribadi. dibutuhkan sebuah ikatan yang mampu saling mengeratkan dan saling mengisi satu sama lain. untuk terus berdialektika dengan perubahan, bukan dengan corak fanatis melainkan konstruktif.

Sekelummit ganjalan mengawali tahun 2012, ditengah pertarungan pandangan hidup (nilai) yang saling berebut mendominasi. semoga dengan segala anugerah yang diberikan Tuhan (Allah swt) kita mampu menjadi pribadi yang pantas memimpin perubahan ke arah yang lebih baik dan benar. Insyaallah...

No comments:

Rekan Blog